Distribusi mobil mungil Honda Brio sempat melempem pada Agustus dan September 2018. Hal itu dikarenakan pabrikan asal Jepang tersebut baru saja mengganti modelnya, dan baru diproduksi pada bulan ke-9 tahun ini.

Menurut data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, wholesales Brio Satya pada Agustus hanya 2.312 unit. Bulan berikutnya, tidak ada distribusi sama sekali dari pabrik ke diler.

Sementara, Brio RS yang masuk dalam segmen mobil perkotaan laku 876 unit pada bulan ke-8, dan di bulan selanjutnya hanya satu unit.

Memasuki Oktober, PT Honda Prospect Motor sebagai agen pemegang merek bisa kembali tersenyum. Berdasarkan rilis yang diterima VIVA, Jumat 2 November 2018, distribusi Brio generasi baru mencapai 6.703 unit.

Dari angka tersebut, 5.411 unit datang dari model low cost green car Brio Satya. Sedangkan, versi city car Brio RS terjual sebanyak 1.292 unit.

Jika dibandingkan dengan distribusi mobil Honda secara keseluruhan di bulan tersebut, model Brio mendominasi sebanyak 43 persen.

“Penjualan di bulan Oktober didukung oleh dimulainya pengiriman All New Honda Brio. Selain itu, berbagai program penjualan yang kami tawarkan kepada konsumen, juga turut memberikan kontribusi positif menjelang akhir tahun ini,” ujar Direktur Pemasaran dan Purna Jual HPM, Jonfis Fandy.